<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Djaksphere</title>
	<atom:link href="http://www.djakartartmosphere.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.djakartartmosphere.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Nov 2012 09:06:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>The Upstairs + Andy Ayunir</title>
		<link>http://www.djakartartmosphere.com/news/the-upstairs-andy-ayunir/</link>
		<comments>http://www.djakartartmosphere.com/news/the-upstairs-andy-ayunir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2012 10:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.djakartartmosphere.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Sosok Andy Ayunir tampak seperti seorang “future-man” yang bergelimang teknologi masa depan. Pemusik yang pernah membentuk band Second Smile ini sehari-harinya memang bergelayut dengan jeram bunyi-bunyian sarat sofistikasi. Berbagai gadget elektronik memang tak lepas dari Andy Ayunir sebagai composer, arranger, hingga producer untuk berbagai rekaman album musik serta penggarapan musik layar lebar. Sejak akhir 80an&#160; &#160;<a href="http://www.djakartartmosphere.com/news/the-upstairs-andy-ayunir/">...Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sosok Andy Ayunir tampak seperti seorang “future-man” yang bergelimang teknologi masa depan. Pemusik yang pernah membentuk band Second Smile ini sehari-harinya memang bergelayut dengan jeram bunyi-bunyian sarat sofistikasi. Berbagai gadget elektronik memang tak lepas dari Andy Ayunir sebagai composer, arranger, hingga producer untuk berbagai rekaman album musik serta penggarapan musik layar lebar.</p>
<p>Sejak akhir 80an Andy memilih musik berbasis elektronik sebagai pilihan. Di tahun 1990 Andy Ayunir merilis album beratmosfer synth-pop. Setiap gagasan bermusik Andy Ayunir selalu berlandaskan bunyi-bunyian synthesizer yang sintetik.</p>
<p>Bersandingnya The Upstairs dan Andy Ayunir menjadikan Andy Ayunir bak anggota baru bagi The Upstairs yang juga memilih sofistikasi synthesizer dalam racikan musiknya. Ini sebuah penampilan langka dari dua generasi berbeda dengan ragam musik yang memiliki relativitas.</p>
<p>The Upstairs yang terbentuk di tahun 2001 atas gagasan vokalis Jimi Multhazam dan gitaris Kubil Idris telah memilih wacana synth-pop atau new wave sebagai jatidiri musikalnya. The Upstairs memempelaikan sofistikasi bermusik dengan lirik-lirik berbalut idiom yang cenderung personal, bertutur  dan terkadang lugas, apa adanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.djakartartmosphere.com/news/the-upstairs-andy-ayunir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The S.I.G.I.T + Benny Soebardja</title>
		<link>http://www.djakartartmosphere.com/news/the-s-i-g-i-t-benny-soebardja/</link>
		<comments>http://www.djakartartmosphere.com/news/the-s-i-g-i-t-benny-soebardja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2012 05:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.djakartartmosphere.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Bersatunya Benny Soebardja dan The S.I.G.I.T seperti ingin memancangkan sebuah pemeo lama bahwa : Bandung adalah gudang pemusik pembangkang dalam idealisme dan kreativitas terutama rock. Membangkang dan tak mau diatur itu kredo rock yang sesungguhnya. Ketika semua band rock Indonesia di era 70an berlomba lomba menjadi tribute band, Shark Move dan Giant Step ,dua band&#160; &#160;<a href="http://www.djakartartmosphere.com/news/the-s-i-g-i-t-benny-soebardja/">...Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersatunya Benny Soebardja dan The S.I.G.I.T seperti ingin memancangkan sebuah pemeo lama bahwa : Bandung adalah gudang pemusik pembangkang dalam idealisme dan kreativitas terutama rock.</p>
<p>Membangkang dan tak mau diatur itu kredo rock yang sesungguhnya. Ketika semua band rock Indonesia di era 70an berlomba lomba menjadi tribute band, Shark Move dan Giant Step ,dua band rock yang digagas Benny Soebardja malah lebih suka menyanyikan lagu karya sendiri baik di rekaman maupun panggung. Sebuah arogansi idealisme yang sangat mahal dan betul betul melawan arus. Hasilnya? Giant Step adalah band rock yang terbebas dari godaan plagiarisme yang kerap diidap band sejenis saat rezim Orba tengah bertaring.</p>
<p>Bersepanggungnya The S.I.G.I.T dengan Benny Sobardja seperti memintal tali generasi antar pemusik rock. Benny Soebardja mewakili kaum rock pendahulu dan The S.I.G.I.T mewakili kaum rock penerus.</p>
<p>Baik Benny Soebardja maupun The S.I.G.I.T, keduanya saling mengagumi dan mengormati. Ini bukan pertama kali bagi Benny Soebardja bermain bersama Rekti The S.I.G.I.T karena mereka mengawali kolaborasi sejak Juli 2010. Saat itu Benny Soebardja tampil bersama bandnya Shark Move dan mengajak Rekti sebagai bintang tamu.</p>
<p>The S.I.G.I.T sendiri memang menampilkan rock dalam cakrawala keras, lugas dan gugat. Kredo musik The S.I.G.I.T mengingatkan kita akan supremasi band band rock masa silam yang kerap menggemakan semangat anti kemapanan. Walaupun The S.I.G.I.T menampik disebut garage rock, namun spirit rock tetap lekat dalam musik mereka.</p>
<p>Penampilan Benny Soebardja dan The S.I.G.I.T di DjakSphere 2012 ini  laksana meleburnya seorang godfather dalam kitaran musik anak-anak baptisnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.djakartartmosphere.com/news/the-s-i-g-i-t-benny-soebardja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zeke Khaseli + Ermy Kullit</title>
		<link>http://www.djakartartmosphere.com/news/zeke-khaseli-ermy-kullit/</link>
		<comments>http://www.djakartartmosphere.com/news/zeke-khaseli-ermy-kullit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2012 04:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.djakartartmosphere.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kolaborasi yang bikin penasaran siapa saja. Bagaimana mungkin Zeke Khaseli akan bersepanggung dengan Ermy Kullit? Musik seperti apakah yang akan ditawarkan oleh keduanya? Apakah Psychedellia Jazz? Apakah Zeke akan mendominasi Ermy Kullit? Atau bersenyawakah sosok Zeke yang eklektik dengan sosok Ermy Kullit yang membingkai jazz dalam aroma juicy? Jawabannya tentu saja akan ditakwilkan&#160; &#160;<a href="http://www.djakartartmosphere.com/news/zeke-khaseli-ermy-kullit/">...Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah kolaborasi yang bikin penasaran siapa saja. Bagaimana mungkin Zeke Khaseli akan bersepanggung dengan Ermy Kullit? Musik seperti apakah yang akan ditawarkan oleh keduanya? Apakah Psychedellia Jazz? Apakah Zeke akan mendominasi Ermy Kullit? Atau bersenyawakah sosok Zeke yang eklektik dengan sosok Ermy Kullit yang membingkai jazz dalam aroma juicy? Jawabannya tentu saja akan ditakwilkan saat Zeke dan Ermy Kullit tampil dalam DjakSphere 2012 nanti.</p>
<p>Ermy Kullit selama ini telah tersemat sebagai penyanyi jazz yang renyah dalam membisikkan nada-nada beraksentuasi bossanova yang dirintisanya sejak tahun 1973. Awal karirnya bermula dari klab malam tahun 1974 Ermy merekam album debut bernuansa pop menyanyikan lagu-lagu Favorite’s Group. Jatidiri musiknya baru terkuak saat merekam album Jazzy Dixie di tahun 1982. Dan pada dasawarsa 80an mulai menembus industri musik dengan serial bossanova bersama Ireng Maulana. Konsistensi wanita kelahiran 13 Mei 1955 ini meleretkan namanya pada jajaran penyanyi jazz Indonesia yang jumlahnya bisa dihitung jari.</p>
<p>Zeke Khaseli adalah pemusik muda yang pernah membentuk band LAIN dan Zeke and The Popo. Dalam setiap anyaman musiknya setidaknya ada dua anasir musik yang terjejal dalam karya-karya Zeke yaitu psychedellia dan folk. Agak sulit mengkategorikan musik yang dimainkan Zeke. Mungkin karena Zeke adalah seorang pemusik yang cenderung eklektik dalam menganyam jatidiri musiknya. Ada petualangan tersendiri saat menelusuri karya-karya musik Zeke mulai dari saat ngeband maupun saat menebar album solo seperti Sallaca Zallaca atau Fell In Love With The Wrong Planet.</p>
<p>Petualangan musik itu pun akan terbeber lagi tentunya saat merangkul Ermy Kullit dalam DjakSphere 2012.</p>
<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/52295262?badge=0" width="500" height="281" frameborder="0" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.djakartartmosphere.com/news/zeke-khaseli-ermy-kullit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shaggydog + Bob Tutupoly</title>
		<link>http://www.djakartartmosphere.com/uncategorized/shaggydog-bob-tutupoly/</link>
		<comments>http://www.djakartartmosphere.com/uncategorized/shaggydog-bob-tutupoly/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 13:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.djakartartmosphere.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya jika Shaggydog bernyanyi dan berdansa bersama legenda hidup Bob Tutupoly ?. Apakah mereka akan memempelaikan subgenre baru ShaggyBob ?. Bayangkan jika keenam lekaki dari Sayidan Yogyakarta mulai menggetarkan sukma dengan DoggyStyle yang berelemenkan ska, reggae, swing jazz serta rock lalu merekatkannya dengan gaya swing jazz, soul funk dan poppish yang telah menjadi trademark&#160; &#160;<a href="http://www.djakartartmosphere.com/uncategorized/shaggydog-bob-tutupoly/">...Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa jadinya jika Shaggydog bernyanyi dan berdansa bersama legenda hidup Bob Tutupoly ?. Apakah mereka akan memempelaikan subgenre baru ShaggyBob ?.</p>
<p>Bayangkan jika keenam lekaki dari Sayidan Yogyakarta mulai menggetarkan sukma dengan DoggyStyle yang berelemenkan ska, reggae, swing jazz serta rock lalu merekatkannya dengan gaya swing jazz, soul funk dan poppish yang telah menjadi trademark Bob Tutupoly pada akhir era 50an hingga 70an. Rasanya ShaggyBob bukan lagi wacana konser kolaborasi semalam saja.</p>
<p>Rentang waktu yang jauh terpentang bukanlah kendala. Baik Shaggydog maupun Bob Tutupoly menyatukannya lewat ekspresi dan groove music. Bukan lagi kendala gagal bersatunya air dan minyak.Tapi mereka adalah senyawa yang pasti menggetarkan penikmatnya.</p>
<p>Sekstet Shaggydog terbentuk di tahun 1997 menghadirkan fusi musik Ska Reggae Jazz, elemen musik yang bermuara pada ekspresi jiwa yang lugas. Didukung oleh Heru, Yoyok, Banditz, Lilik, Raymond dan Richard, Shaggydog telah merilis 5 album yaitu Shaggydog, Bersama, Hot Dogz, Kembali Berdansa dan Bersinar.</p>
<p>Di tahun tahun 2003 sebuah label Jepang meminta lagu Shaggydog berjudul &#8220;Second Girl&#8221; untuk masuk  kompilasi album &#8220;Asian Ska Foundation&#8221; yang berisi band-band ska se-Asia. Sempat pula melanglangbuana antara lain tur tunggal ke 11 kota di Belanda pada tahun 2006.</p>
<p>Bob Tutupoly mulai rekaman tahun 1959 dan di tahun 2012 saat berusia 73 tahun Om Bob masih ajeg merilis album baru.</p>
<p>Di tahun 1963 Bob bergabung sebagai penyanyi dalam kelompok The Jazz Riders yang didukung almarhum Didi Tjia serta Bill Saragih. Grup elit jazz ini bermain di Hotel Indonesia Jakarta. Di tahun 1968, Bob merekam suaranya di Remaco bersama iringan Pantja Nada-nya Enteng Tanamal. Di tahun 1969 Bob merantau ke negeri Paman Sam atas dukungan kelompok instrumental The Ventures, yang saat itu baru saja menyelesaikan konser di Jakarta. Antara tahun 1969 &#8211; 1971 Bob kerap melakukan pertunjukan di klab malam yang ada di Los Angeles bersama band The Midnighters.</p>
<p>Tahun 1976, Bob balik ke Indonesia untuk menikah. Kepulangannnya ditandai dengan kembalinya Bob ke Remaco. Diluar dugaan lagu “Widuri” karya Adriadie berhasil melambungkan namanya ke permukaan.</p>
<p>Dan kini Shaggydog Kembali Berdansa dengan legenda hidup Bob Tutupoly……Yeahhhh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.djakartartmosphere.com/uncategorized/shaggydog-bob-tutupoly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
